Selasanan; mengkaji kitab kuning

Daerah Wedung ada yang mengatakan agamis yang lekat dengan pesantren. Pesantren tradisional di daerah Wedung dan wilayah pesisir utara pulau Jawa sangatlah banyak. Pesantren pesantrn yang ada saling berkerjasama dengan madrasah jalan menampung siswa & siswi MTs, MA, serta SMK yang berasal dari luar Wedung. Bicara mengenai pesantren pasti terkait dengan kitab kuning.

Istilah kitab kuning sudah tidak asing lagi bagi para santri dan kiai yang pernah mengeyam pendidikan di pesantren terutama pesantren yang ada nilai kesalafannya. Kitab tersebut sudah diajarkan sejak zaman dahulu oleh pendiri-pendiri Islam di Indonesia bahkan sebelum Islam masuk Indonesia. Kitab kuning adalah sebuah istilah yang disematkan kepada kitab-kitab yang berbahasa Arab yang berhaluan Ahlu Sunnah Waljamaah, yang biasa digunakan oleh beberapa pesantren atau madrasah Diniyah sebagai bahan pelajaran. dan kitab ini bukan dikarang oleh sembarang orang, namun karya Para Ulama Salafus Shalih yang sangat ahli menggali hukum dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Istilah kitab kuning bertujuan untuk memudahkan orang dalam menyebut. Sebutan “kitab kuning” ini adalah ciri khas Indonesia. Ada juga yang menyebutnya, “kitab gundul”. Ini karena disandarkan pada kata per kata dalam kitab yang tidak berharakat, bahkan tidak ada tanda baca dan maknanya sama sekali. Tidak seperti layaknya kitab-kitab sekarang yang sudah banyak diberi makna dan harakat sampai catatan pinggirnya.

Istilah “kitab kuno” juga sebutan lain untuk kitab kuning. Sebutan ini mengemuka karena rentangan waktu yang begitu jauh sejak kemunculannya dibanding sekarang. Karena saking kunonya, model kitab dan gaya penulisannya kini jarang lagi digunakan kecuali di pesantren yang masih kental dengan nilai-nilai kesalafan seperti pondok Lirboyo, Sarang, Ploso dan APIS Blitar.

MTs NU Raudlatul Muallimin yang notabene berada di wilayah Kec. Wedung juga tak begitu asing dengan kitab kuning. Sudah sejak lama mapel kitab kuning diajarkan secara reguler untus siswa-siswinya. Kelas 7 , 8, dan 9 semuanya mendapat materi kitab kuning dari guru-guru yang pernah nyantri dipesantren ternama.

Namun ada yang aneh di hari Selasa, 30 Juli 2019. Sejak pukul 05.45 ada serombongan siswa dan siswi kelas 9 berduyun duyun datang ke madrasah. Setelah selidik beberapa saat, ternyata mapel Kitab Kuning mengalami perubahan. Kitab kuning yang semula diajarkan di jam jam tertentu di jadwal reguler, untuk sekarang difokuskan setiap hari Selasa mulai pukul 06.00 WIB.

Menurut H. Salman, Kamad MTs NU Raum, mapel kitab kuning sekarang fokus diajarkan dipagi hari khususnya kelas 9. Untuk kelas sembilan dalam menghadapi ujian yang akan dilakukan mendatang, perlu kesiapan mental dan kedisiplinan. Jadi, dengan datang pagi secara otomatis melatih siswa-siswi kelas sembilan utuk disiplin. ” kata beliau.

Sambung beliau, kelas 7 dan 8 untuk sementara belum diwajibkan. Kita lihat dulu hasil evaluasi kelas dari kelas 9. Apakah ada perubahan atau tidak, dampaknya Jika kelas 9 sudah berjalan dengan baik maka akan dipertimbangkan masuk pagi juga untuk kelas 7 dan 8.

H. Salman menerangkan, selain nggembleng ke disiplinan yang berakibat akan menurunnnya siswa kelas 9 terlambat, kegiatan ngaji kitab kuning juga menjaga tradisi NU yang sangat sakral. Nilai dan tradisi nahdiyin tidak boleh terlepas dari jiwa anak anak kita generasi NU. Kita berharap dari generasi itulah jiwa nahdiyin akan tetap terjaga sampai hari akhir. Amin Semoga.

“Selama pengajian berlangsung, para siswa dan siswi kelas 9 dan kiai/ustad yang memimpin pengajian, bakal fokus pada satu kitab tertentu, untuk mengejar target khatam pengajian, sesuai jadwal yang ditentukan. Jumlah siswa kelas 9 adalah 184 terbagi menjadi 5 kelas, “ujarnya.

Dengan pola pengajaran seperti itu, seluruh siswa dan siswi dituntut fokus selama mengaji, sehingga ilmu yang diberikan sang guru tidak menguap begitu saja. “Kalau dipesantren ada istilah ngalogat (mengartikan bahasa arab), jadi hanya yang penting saja ditulis,” kata beliau.

H. Salman juga menjabarkan, dalam pelaksanaanya, kitab kuning yang dikaji, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang ada, untuk sementara kita mengambil kitab yang fokus pada peningkatan akhlaq dan etika yaitu Ta’lim Al-Muta’allim.

Dwonload Ta’lim Al-Muta’allim. Klik disini –