SEJARAH SINGKAT

Berangkat dari sebuah keprihatinan bahwa minimnya anak Wedung yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Maka segenap tokoh masyarakat Wedung, diantaranya KH. Ali Mukarrom, KH. Anwar Fathoni, KH. Rohmat, K. Asro, K. Abdul Halim, KH. Abdul Qodir, K. Ma’sum, K. Ahmadi,     K. Ahmad Sahlan, K. Mawardi lkrom, K. Abdurrahman, KH. Arifin Latif, di bawah koordinasi MWC NU Wedung yang pada saat itu diketuahi oleh bapak H. Thoha bersepakat mendirikan sebuah lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan tersebut kita kenal saat ini dengan nama MTs NU RAUDLATUL MU’ALLIMIN. MTs Raum berdiri pada hari Rabu, 8 Februari 1967.

Pada awal berdirinya madrasah ini bernama MU’ALLIMIN MUALLIMAT NU. Nama ini di ilhami oleh sebuah madrasah Mu’allimin Mu’allimat di Kudus dan berjalan selama 6 tahun. Pada mulanya para muridnya menumpang belajar di rumah Bapak H. Ali Mahmudi (Alm) dan Bapak KH. Anwar Fathoni (Alm) bertempat di desa Ngawen. Memasuki tahun 1974 madrasah telah memiliki gedung sendiri di atas tanah waqaf Bapak H. Musripan, selain itu pora pengurus madrasah juga membeli tanah sendiri.

MTs NU Raudlatul Muallimin semula bertempat yang sekarang ini ditempati oleh SMK NU Raum. Gedung MTs Raum berdampingan dengan Masjid Jami’ Ngawen.

Adapun yang menjadi tenaga pengajar pada waktu itu diantaranya adalah KH. Mawardi Noor, K. Madhan, KH. Arifin Latif (Buko), K. Khoib Billah, KH. Abdurrohman, K. Slamet (Angin-angin), K. H. Ali Zubaidi (Manduung), dan KH. Ahmad Sholiq.

Kecamatan Wedung merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Demak yang terletak di pesisir pantai laut jawa dengan luas wilayah seluas 93.876 ha merupakan 11 persen dari seluruh wilayah di Kebupaten Demak. Oleh karena itu Kecamatan Wedung merupakan Kecamatan yang memiliki luas wilayah paling lebar di Kabupaten Demak. Tanah di Kecamatan Wedung terdiri dari 5.457 ha tanah sawah dan 4.419 ha tanah kering. Dengan jumlah penduduk sebesar 80.827 jiwa (berdasar data dari Badan Pusat Statistik) yang terdiri dari 39.305 laki-laki dan 41.522 perempuan.[1] Dengan potensi yang sedemikian besar, sampai dengan tahun 2010 belum ada satupun lembaga pendidikan menengah kejuruan yang didirikan untuk menaungi atau paling tidak dijadikan sebagai opsi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang sekolah menengah.

Melihat peluang seperti ini, Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama (LPNU) Raudlatul Mu’allimin Wedung berinisiatif mendirikan sebuah SMK pada tahun 2010 yang kemudian diberi nama SMK NU Raudlatul Mu’allimin dengan membuka dua kompetensi keahlian, yaitu Teknik Sepeda Motor (TSM) dan Busana Butik (BB).

Pada mulannya SMK NU Raum menggabung dengan MTs NU Raum. Sedikit demi sedikit MTs mencari tempat yang lebih baru dan lebih luas. Hingga saatnnya pada tahun 2012 secara resmi MTs NU raudlatul Muallimin mentepati gedung baru yaitu di samping MA NU Raudlatul Muallimin, dibelakang Kantor KUA Kecamatan Wedung.

Dalam perkembangannya madrasah ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini bisa dilihat dari pembangunan fisik yang senantiasa dilakukan. Terlebih setelah mendapatan tanah waqaf dan Bapak H. Amin, maka berdirilah MTs NU Raudlatul Mu’allimin sebagaimana yang terlihat seperti sekarang ini.

Adapun urutan kepala madrasah MTs Raudlatul Mu’allimin dari awal sampai saat ini adalah sebagai berikut:

Adapun alumni yang telah tercetak oleh madrasah ini diantaranya : KH.Fathul Qorib, S.Pd.I (alumni pertama sekaligus kepala MA NU RAUM), KH. Salman Dahlawi, S.Ag (Kepala MTs NU RAUM), Zaenuddin (Kepala MI Wildan). Al-Munawar (Kepala Ml Motholiul Falah), Siti Farihah (Pengusaha sukses), Wayudi (Komandan AD KOPASUS). Junaidi (Dosen STAIN Kudus), Amiroh (Juara CCQ tingkat Nasional thn. 1999, sekaligus muballighoh di ibu kota) H. Ashar (Sekretaris Dewan Masjid Indonesia),

Dan hampir seluruh pimpinan pondok pesantren di sekitar ibukota Wedung juga menjabat sebagai penasihat dan pengurus, diantaranya KH. Ali Hafidz, AH (PP. Raudlatul Salikin – Buko), KH. Arifin Latif (PP. Futhuhul Ulum – Buko), KH. Ahmad Rodhi (PP. Attanwir – Ngawen), KH. Ali Zubaidi (PP. Al-Marom – Mandung), dan KH. Masykuri Abdillah, S.Ag (PP. Raudlatul Janah -Wedung).

Demikian sepenggal perjalanan MTs NU RAUDLATUL MU’ALLIMIN kita tercinta sampai sekarang ini.

4 thoughts on “SEJARAH SINGKAT”

  1. Salam,
    Mungkin perlu ditambah ulasan tentang pesantren yg ada disekitar MTs. Raum, hal ini berguna bagi calon siswa yg berasal dr luar daerah yg ingin sekolah formal sekaligus menimba ilmu di pesantren…, lebih2 jika mts raum sendiri sdh mengadopsi sistem boarding school…sbgmn sekolah2 lain yg sudah mengintegrasikan sistem pendidikan pesantren dg sekolah formal.

Tinggalkan Balasan ke Zoelminoure Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.