PORSEMA 2019

Angin behembus pelan menerpa daun daunan di depan serambi mushola MTs NU Raum. Diserambi itulah berawal. Team poesema dari MTs NU Raum mulai mempersiapkan diri. Berlatih, diskusi, dan mengevaluasi segala kekurangan untuk dicarikan jalan keluarnya.

Dikomandai oleh Bapak Achmad Azis selaku wakasis empat cabang porsema yang diwakili MTs NU Rauum mulai menempa diri. Catur putra, pencak silat putri, puisi putra dan sepaktakraw mencoba berlatih dengan segala semangatnya. Mereka ingin mengukir sejarahnya sendiri. Berharap ada keberuntungan di Kab. Temanggung.

Tibalah saat keberangkatan. Smua tim tetap bersemangat dan akan berjuang sekuat tenaga. Ahmad Azka yang memakili baca puisi religi selalu berdoa agar dapat tampil secara maksimal. Puisi yang berjudul malam rindu menjadi andalannya untuk dipamerkan pada dewan juri yang katanya berasal dari negri JIran Malaysia. Semua tampak rindu serindu rindura seperti puisi dari Azka anak kelas 7C.

Ahmad Azka Sauqi

Ummi Futukhul Qulubi adalah satu satunnya cewek kontingen dari MTs NU Raudlatul Muallimin. Penampilannya kalem, lembut bahkan cenderung diam. Namun tidak disangka bahwa dia mempunya nyali yang besar. Dengan bernaung di bawah panji panji pagar nusa, Ummi sudah sejak MI selalu mengikuti turnamen pencaksilat khususnya seni wiraloka. Dengan gerakan yang tringginas ia selalu tampil gesit dan mempesona.

Atlit catur yang satu ini memang yang lain dari yang lain. Penampilannnya cuek dan masa bodoh. Dia tidak memmentingkan penampilan namun yang penting hatinya. SEtelah mengalahkan lawan-lawannya di demak ia, Ahmad Zaki akhirnya mewakili kontingen demak dalam bidang catur. Prinsipnya tidak boleh lapar. Jika lapar akan menggangu konsentrasi dan berdampak sistemik.

Wakil kita yang terakhir adalah sepak takraw. Empat anak ini memeng sudah kompak baik di lapangan maupun diluar lapangan. Dengan kebersamaan yang panjang mereka berempat menjelma menjadi tim takrau yang disegani. Akhirnya mereka mewakili demak dalam ajag porsema di kabupaten Temanggugung tahun 2019.

Namun setelah berjuang mati matian tim porsema dari MTs NU Raum belum bisa meraih medali. Dari seluruk kabupaten di Jawa tengan tim takrau putra menduduku peringkat 4 jateng. Catur putra hanya bisa meraih posisi ke 5, Silat wiraloka meraih peringkat ke 6, dan puisi putra meraih peringkat ke 5 juga.

Mudah mudahan dalam even yang lain kita bisa meraih sukses yang sudah lama kita impian yaitu tingkat provinsi. Selau semangat anakku semua, jangan patah semangat. Minimal kalian pernah punya cerita berkompetensi ditingkat provinsi, Peliharalah bakatmu, asahlah terus sampai kesuksesan menghampiri kalian. Semangat

Wasalam…