IKARA bersama Anak Yatim Sekitar Kecamatan Wedung

Menghadiri kegiatan santunan anak yatim yang diinisiasi oleh Ikara (Ikatan alumni Raum) MTs tahun 1997 dan MA tahun 2000, Jumat (20/9/2019), sangat menggembirakan sekaligus mengharukan. Suara yang lucu dan gerakan lincah adek-adek yang ditimggal ayah atau ibunya sangat menyentuh jiwa siapapun yang menyaksikan. Lebih-lebih ada juga yang masih balita. Sungguh pemandangan yang tak seperti biasanya di MTs NU Raudalatul Muallimin

Bertempat di mushola MTs NU Raudlatul Muallimin, Desa Ngawen, Kecamatan Wedung terdapat sekitar 150 anak yatim dari berbagai daerah di sekitar Kecamatan Wedung yang mendapat santunan. Panas dan terik tidak menghalangi akak anak yatim tersebut untuk menjemput rezeki dari alumni yang mungkin tidak bisa mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Namun paling tidah hari itu, selepas solat jumat ada tangan tangan dermawan yang rela menyisihkan sebagian rizekinya untuk diberikan pada anak-anak yatim di lingkungan masyarakat di sekitar Kecamartan Wedung.

“Saya selaku kepala IKARA menyambut baik prakarsa ini. Kegiatan ini bukanlah yang pertama kali. Tahun kemarin pun juga telah diselenggarakan,” ungkap Ahid Miftah mengawali anggota IKARA yang lain.

Dalam kesempatan itu, Ahid Miftah, yang notabene Ketua ikara juga turut mendoakan agar kegiatan santunan semacam ini bisa berlangsung secara terus-menerus setiap tahunnya. Kami segenap Ikatan Alumni Raum, terutama alumni 1999 MTs NU Raum dan Alumni MA NU Raum tahun 2000 berupaya sekuat tenaga menggalang dana untuk sekedar menggembirakan kaum yatim piatu, walaupun tidak seberapa.

“Saya mewakili seluruh Alumni, juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala MTs NU Raum, khususnya K. H. Salman Dahlawi, M. Pd. I yang berkenan menyediakan tempat untuk kegiatan santunan pada tahun 2019 ini. Juga kepada rekan rekan alumni MTs dan MA yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kegiatan ini. Mudah-mudahan rekan rekan donatur selalu diberi umur panjang, selalu sehat, selamat dunia akhirat, dan limpahan rizki sehinnga kegiatan ini bisa berlajan lebih lama lagi. Karena santunan ini setidaknya mampu meringankan beban anak-anak tersebut,” imbuhnya.

Ahid Miftah juga juga memberi motivasi kepada anak yatim yang hadir. Ia berharap agar mereka selalu tabah dan kuat dalam menghadapi kehidupan.

Salah satu alumni, Sirojuddin juga berpesan agar mereka mensyukuri pemberian ini. Terlebih mendekati ujian-ujian di sekolah tentunya banyak biaya yang harus mereka tanggung. Kegiatan santunan ini saja sebenarnya sudah baik apalagi dilaksanakan saat – saat seperti ini, otomatis kebaikannya berlipat,” ujarnya.

Pihaknya berharap, apa yang dilakukan oleh IKARA MTs tahun 1999 dan MA tahun 2000 ini mampu menjadi contoh bagi alumni – alumni Raum yang lain.

“Yang kaya membantu yang miskin, yang mampu membantu yang tidak mampu,” tandas ketua IKARA lagi.

Akhirnya acara di akhiri denga doa dan pemberian santuan pada adek-adek kita yang sangat membutuhkan uluran tangan kita. Dan kita juga memerlukan doa dari anak-anak yatim tersebut. Jadi ada hubungan simbiosismutualisme yang antara sang yatim dan kita semua.

Semoga





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.