SEKILAS INFO
: - Rabu, 24-07-2024
  • 8 bulan yang lalu / Pelaksanaan Sumatif Gasal 2023 Insya Allah Akan dilaksanakan pada tangga; 27 November  s. d. 5 Desember 2023
  • 8 bulan yang lalu / Selamat Untuk Nilna IX A yang meraih Juara ke 2 Lomba Cerita Kyai NU dalam Ajamh Hari Santri ke IX Kab Demak
  • 8 bulan yang lalu / Selamat untuk Ananda Iqbal dan Faqih yang meraih juara 1 dan 2 dalam Even Kejurcab Pagar Nusa Kab Demak tahin 2023
Hati Dag Dig Dug Saat Pengambilan Rapot 2019

Mengambil rapor adalah aktivitas semesteran yang ditunggu-tunggu oleh siswa dan siswi, terlebih bagi mereka yang terbiasa meraih prestasi atau peringkat. Pada hari Sabtu, 21 DEsember 2019, di tengah bulan Desember ini, sebagian besar madrasah, dari RA sampai MA, menjadwalkan acara pembagian rapor di akhir minggu, kesempatan itu tentu harus selalu dimanfaatkan dengan baik.

Khusus rapot semester gasal atau ganjil diambil sendiri oleh peserta didik. Oleh karena itu, kita, sebagai siswa atau siswi, wajib mengagendakannya, agar tidak diganggu kegiatan lain dan jangan sampai tidak masuk. Persiapan untuk mengambil rapor selain mengagendakan lebih awal juga baiknya kita menyiapkan apa yang harus atau perlu dibicarakan atau ditanyakan pada guru ketika mengambil rapor. Berdasarkan pengalaman , berikut beberapa hal yang perlu dibicarakan dalam pengambilan raporrapor.

Pertama, nilai raihan siswa

Tidak bisa dipungkiri, banyak orang tua yang ingin tahu raihan nilai siswa terlebih dahulu dibanding hal-hal lainnya. Kenapa? Karena itulah sebagian besar isi rapor. Secara prosedural, nilai ini adalah yang biasa disampaikan wali kelas atau pembimbing akademik kepada orang tua siswa, berdasarkan pada apa yang tertera di rapor, khususnya berkaitan dengan ada atau tidaknya nilai kurang, atau kata orang dulu, “nilai merah”. Kalau tidak ada nilai kurang, itu melegakan hati. Jika ada nilai kurang, orang tua akan berusaha mencari cara agar nilai itu bisa tuntas, jika sekolah menganut sistem ketuntasan. Jika tidak, itu menjadi catatan agar menjadi fokus binaan selanjutnya di semester berikutnya, ke mata pelajaran yang kurang nilainya.

Guru biasanya menjelaskan nilai kurang itu dengan terfokus pada hasil ulangan harian dan ujian final, kemudian tugas-tugas yang telah dilaksanakan dan yang tidak dilaksanakan. Selanjutnya, kepada sikap anak di kelas saat mata pelajaran yang kurang itu. Jika ada portofolio per individu anak, maka itu bisa menjadi penjelasannya. Hal lain yang bisa dilakukan jika ada nilai kurang adalah orang tua memohon agar dapat bertemu dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan.

Kedua, sikap dan perilaku anak di sekolah.

Orang tua pada umumnya akan bertanya, “Bagaimana anak saya di sekolah?” Guru kemudian akan memberi penjelasan berdasarkan sikap dan perilaku anak di kelas. Secara garis besar, guru akan menjelaskan bagaimana hubungan siswa dengan guru dan hubungan siswa dengan teman di kelas. Apakah baik-baik saja atau pernah ada pertengkaran dengan teman atau pertentangan pada guru?

Jika orang tua tidak pernah dipanggil ke sekolah sebelumnya, biasanya perilaku anak relatif baik, kalaupun ada pertentangan, masih dalam batas wajar dan bisa ditangani pihak sekolah.

Ketiga, prestasi siswa

Prestasi siswa, termasuk yang akademik maupun non akademik, terutama prestasi ranking di kelas. Walaupun di masa ini, banyak sekolah yang tidak menggunakan ranking, tetapi banyak orang tua yang ingin tahu posisi anak di kelas. Apakah termasuk dalam posisi yang rata-rata ataupun yang di bawah, serta apakah menjadi yang terbaik di kelas. Hal ini sebenarnya penting untuk motivasi dan juga perbaikan prestasi siswa di masa depan. Jika tidak ada rangking, paling tidak secara garis besar, posisi atas tengah ataupun bawah, tanpa harus menyebutkan posisi siswa dalam kelas.

Prestasi lainnya adalah apakah siswa juara di bidang lain, seperti lomba yang diadakan internal di sekolah ataupun di luar sekolah. Hal itu penting bagi orang tua agar mereka bisa membantu sekolah dalam mengembangkan potensi bakat dan minat anaknya. Potensi itu menjadi modal orang tua dalam membantu anak menentukan masa depannya.

Keempat, fasilitas dan kebijakan sekolah

Dalam kesempatan ini juga orang tua baiknya menyampaikan keluhan terhadap fasilitas sekolah, begitupula menanyakan tentang kebijakan yang belum jelas atau ketidaksetujuan terhadapnya. Tentunya keluhan ini disampaikan dengan baik kepada guru, agar komunikasi berjalan dengan baik dan masalah dapat terselesaikan. Perlu diingat dalam hal ini guru mungkin hanya bisa menampung karena bisa jadi itu bukan wilayahnya mereka. Jadi sulit untuk menjawab langsung, tetapi paling tidak kita sudah sampaikan keluhan fasilitas dan juga kebijakan sekolah kepada mereka agar selanjutnya bisa diteruskan kepada yang punya wewenang.

Membicarakan atau menanyakan fasilitas dan kebijakan ini penting dalam rangka mendukung anak dalam belajar dan mengembangkan bakat serta minatnya di sekolah.

Kelima, hari libur dan kapan masuk

Ini merupakan hal terakhir yang harus ditanyakan kepada guru agar jelas dan agenda liburan anak dapat dirancang dengan baik. Jangan lupa juga menanyakan apa yang harus dilakukan dengan rapor, apakah harus ditandatangani dan kapan dikembalikan.

Mengambil rapor merupakan salah satu agenda penting sekolah saat sekolah memberikan hasil belajar dan evaluasi siswa kepada orang tua, sebagai sebuah hasil dari proses pendidikan yang berlangsung di sekolah. Orang tua tentu berharap anaknya akan berkembang, dalam pola pikir, prilaku, dan pergaulan sehari-hari ke arah yang lebih baik.

Orang tua juga bisa membandingkan sikap dan perilaku anak di sekolah dan di rumah, karena biar bagaimana melepas anak ke sekolah berarti mempercayakan kepada orang lain dan bersiap dengan segala pengaruh yang akan diterima siswa. Apakah membawa perubahan ke arah yang lebih baik, sesuai dengan keinginan orang tua atau tidak. Dalam rapor itulah semuanya terjabarkan.

Ada yang mengatakan, dalam proses pengambilan rapor ini, juga membicarakan hutang dan tunggakan dari biaya pendidikan. Menurut saya, masalah ini baiknya tidak dibicarakan saat mengambil rapor agar orang tua lebih fokus pada anak. Oleh karena itu, jikapun ada tunggakan, baiknya dibicarakan di kantor kepala sekolah atau administrasi saja. Jika hubungannya dengan komite, maka dibicarakan internal komite. Tidak di depan anak dan tidak saat bagi rapor.

Akhirul kalam, sekian berbaginya, semoga berkenan dan bermanfaat

Share

TINGGALKAN KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Data Sekolah

MTs NU Raudlatul Muallimin

NPSN : 20364399 / NSM : 121233210093

Jalan Raya Ngawen No.19, Ds. Ngawen RT.04 RW.01
KEC. Kec. Wedung
KAB. Kab. Demak
PROV. Prov. Jawa Tengah
KODE POS 59554
TELEPON (0291) 6906116
FAX (0291) 6906116
EMAIL mtsnuraum3@gmail.com