SEKILAS INFO
: - Selasa, 31-03-2020
  • 4 hari yang lalu / Berdasarkan edaran dari Kanwil Jateng Nomor: 428/Kw.11.2/PP.00/03/2020, tanggal 26 Maret 2020 tentang Masa Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19, pembelajaran mandiri di rumah siswa¬† & siswi kelas VII, VIII, & IX diperpanjang¬† sampai tanggal 13 April 2020.
Deretan Istilah seputar Virus Corona yang Penting Dipahami

Masuknya pandemi virus corona (Covid-19) ke Indonesia diikuti dengan maraknya informasi seputar penyakit yang disebabkan virus bernama SARS-CoV-2 tersebut. Terpaan informasi perihal virus Corona, harus disikapi secara bijak oleh masyarakat.

Jangan sampai pemberitaan yang terbilang masif justru membuat bingung. Masyarakat wajib menyaring informasi, satu di antara caranya dengan mendapatkan informasi tersebut dari sumber kredibel.

Seiring dengan itu, masyarakat mulai dikenalkan dengan istilah-istilah seputar virus Corona. Kata ‘lockdown’, ‘social distancing’, ‘pandemi’, ‘ODP’, ‘PDP’, ‘Work from Home’, dan masih banyak lagi mulai kerap muncul.

Sebagian mungkin sudah dikenal, namun ada pula yang masih terasa asing. Itulah mengapa, penting bagi masyarakat untuk mengetahui istilah-istilah tersebut agar tidak terjadi kesalahan persepsi.

Berikut istilah-istilah yang sering muncul mengenai virus Corona.

A. COVID-19

1. Coronavirus

Menurut WHO, coronavirus atau virus Corona adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti MERS dan SARS. Nama ‘coronavirus’ berasal dari proyeksi seperti mahkota di permukaannya. ‘Coron’ dalam bahasa Latin berarti ‘mahkota’.

2. SARS-CoV-2

SARS-CoV-2 merupakan singkatan dari severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Nama ini ditetapkan oleh Komite Internasional tentang Taksonomi Virus (ICTV) pada 11 Februari 2020 sebagai nama virus Corona baru yang menyebabkan COVID-19.

3. COVID-19

COVID-19 merupakan singkatan dari Corona Virus Disease 2019. Penyakit ini disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

B. Social Distancing

1. Isolasi

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDD), isolasi adalah langkah memisahkan orang sakit yang memiliki penyakit menular dari orang yang tidak sakit. Isolasi memungkinkan orang yang terinfeksi menjauh dari orang sehat untuk mencegah penyebaran penyakit.

2. Karantina

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDD), karantina merupakan langkah memisahkan dan membatasi pergerakan orang yang diduga memiliki penyakit menular untuk melihat apakah mereka benar-benar terinfeksi.

3. Social distancing

Menurut Center for Disease Control (CDC), social distancing adalah menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak antarmanusia. Social distancing dinilai bisa mengurangi risiko penyebaran virus Corona karena virus ini menular antarmanusia melalui droplet (partikel air liur) saat penderita bersin atau batuk.

C. Lockdown

1. Lockdown

Lockdown merupakan protokol darurat yang bertujuan mencegah orang meninggalkan atau masuk suatu area. Dalam kasus COVID-19, lockdown dilakukan untuk mengunci akses masuk dan keluar sebuah daerah atau negara untuk mencegah penyebaran COVID-19.

2. KLB

Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah satu di antara status yang diterapkan di Indonesia untuk mengklasifikasikan peristiwa penyakit yang merebak dan dapat berkembang menjadi wabah penyakit. Beberapa daerah di Indonesia yang menetapkan KLB di antaranya adalah Solo, Kalimantan Barat, dan Banten.

3. Work From Home (WFH)

Work From Home atau bekerja dari rumah merupakan istilah kebijakan sebuah perusahaan atau instansi yang meminta pekerjanya untuk bekerja dari rumah. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan virus Corona. 4 dari 8

D. Suspek

1. ODP

ODP atau orang dalam pengawasan merupakan orang yang diketahui telah memiliki kontak dengan kasus COVID-19 seperti memiliki riwayat perjalanan ke daerah berisiko.

2. PDP

PDP adalah orang yang sebelumnya ODP, namun mengalami beberapa gejala yang mengindikasikan adanya COVID-19 dari sedang hingga berat, seperti batuk, pilek, demam, dan gangguan napas.

3. Suspek

Merupakan PDP yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif COVID-19. Ketika seseorang telah menjadi suspect, pasien akan diambil spesimen dari dinding belakang hidung, mulut, serta di rumah sakit rujukan akan dilakukan bronkoskopi untuk mengambil sedikit cairan dari saluran napas.

4. Pasien positif

Pasien positif merupakan pasien yang sudah terbukti secara medis terinfeksi SARS-CoV-2 dalam serangkaian uji lab.

5. Pasien negatif

Pasien positif merupakan pasien yang terbukti secara medis tidak memiliki virus SARS-CoV-2 melalui uji lab. Untuk pasien yang sebelumnya positif dan dinyatakan sembuh, biasanya akan dinyatakan negatif setelah melakukan dua kali tes. 5 dari 8

E. Epidemi-Pandemi

1. Outbreak

Outbreak atau wabah adalah peningkatan mendadak dalam jumlah kasus penyakit. Wabah dapat terjadi di komunitas atau wilayah geografis, atau dapat memengaruhi beberapa negara.

2. Epidemi

Epidemi terjadi ketika penyakit menular menyebar dengan cepat ke banyak orang. Epidemi didefinisikan sebagai wabah penyakit yang terjadi di wilayah geografis yang luas dan memengaruhi sebagian besar populasi.

3. Pandemi

Merupakan wabah penyakit yang tersebar secara global dan memengaruhi seluruh dunia.

4. Imported Case

Merupakan kasus penularan COVID-19 yang berasal dari luar negeri. Pasien imported case berarti ia mendapatkan penyakit saat berada di luar negeri.

5. Local Transmisson

Kasus penularan COVID-19 yang terjadi di dalam negeri. Pasien local transmisson tertular COVID-19 di wilayah Indonesia. 6 dari 8

F. Hazmat suit

1. Swab test

Swab test atau uji swab merupakan serangkaian pengujian dengan mengambil sampel ludah atau lendir di tenggorokan bagian belakang atau saluran pernapasan bawah. Sampel ini diambil untuk mendeteksi ada tidaknya virus Corona.

2. Hazmat suit

Hazmat suit atau hazardous materials suit dikenal sebagai setelan dekontaminasi. Pakaian ini digunakan oleh tenaga medis untuk menghindari paparan virus atau media berbahaya. Dalam kasus COVID-19, hazmat suit diperlukan untuk melindungi diri dari penularan virus saat tenaga medis merawat pasien.

3. Spesimen

Spesimen merupakan sampel dari organisme yang diambil untuk mengetes ada tidaknya virus di dalamnya.

G. Klaster

1. Screening Pasien

Merupakan proses pemeriksaan sekelompok orang untuk memisahkan orang yang sehat dan orang yang berisiko memiliki COVID-19.

2. Klaster

Klaster merupakan istilah untuk mengkategorikan dari mana asal penyebaran virus. Istilah klaster ini merujuk pada seluruh pasien yang tertular di tempat yang sama.

3. Tracking Pasien

Tracking Pasien merupakan tindakan melacak riwayat aktivitas pasien sebelum diduga terjangkit Corona. Riwayat ini meliputi riwayat perjalanan, tempat apa saja yang dikunjungi, hingga siapa saja yang telah melakukan interaksi dengan pasien.

4. Fasyankes

Fasyankes merupakan singkatan dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Fasyankes adalah pelayanan kesehatan masyarakat yang disediakan pemerintah. Dalam kasus COVID-19, Fasyankes menjadi tempat untuk penanganan pasien COVID-19.

Share

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MTs NU Raudlatul Muallimin

Murid Baru Daftar Di Sini Ya….

Map Sekolah

Data Sekolah

MTs NU Raudlatul Muallimin

NPSN : 20364399 / NSM : 121233210093

Jalan Raya Ngawen No.19, Ds. Ngawen RT.04 RW.01
KEC. Kec. Wedung
KAB. Kab. Demak
PROV. Prov. Jawa Tengah
KODE POS 59554
TELEPON (0291) 6906116
FAX (0291) 6906116
EMAIL mtsnuraum3@gmail.com